KOMODITAS PANGAN
 Sudah Beberapa Hari Tak Ada Pasokan Garam di Pasar Legi Solo

Senin, 17/7/2017

Komoditas garam di pasar tradisional Solo harganya semakin mahal karena stok minim.

Semarangpos.com, SOLO — Harga garam bata beryodium di Pasar Legi Solo kembali naik dari sebelumnya Rp20.000/kg menjadi Rp22.000/kg di tingkat pengecer, Senin (17/7/2017). Sejumlah pedagang eceran maupun grosiran mengaku sudah beberapa hari ini tak mendapat pasokan garam.

Salah satu pedagang di Pasar Legi, Sri Rahayu, mengatakan tiga hari lalu dia menjual garam bata beryodium Rp20.000/kg. Kini, dia menjual komoditas tersebut seharga Rp22.000/kg. Garam halus beryodium pun sama. Tiga hari lalu harganya Rp21.000/pak, kini harganya Rp24.000/pak.

“Ini pun saya jual stok lama. Dari gudang atau di tingkat grosir katanya enggak ada barang. Pembeli juga banyak yang protes karena harga garam naik lagi,” kata dia saat ditemui Solopos.com di kiosnya, Senin.

Pedagang lain, Widati, berkata senada. Tiga hari lalu dia menjual garam bata beryodium seharga Rp20.000/kg. Kini dia terpaksa menaikkan harga garam bata beryodium menjadi Rp22.000/kg. Harga garam yang tinggi tersebut tak pelak membuat pembeli uring-uringan.

“Kemarin sempat ada yang protes karena harga garam naik lagi. Saya menanggapinya santai saja. Hla harga kulak garam juga naik lagi, belum lagi ditambah ongkos untuk upah buruh gendong. Kulak garam pun juga kesulitan karena kata distributornya enggak ada stok,” kata dia.

Tak hanya garam bata beryodium, Wisati juga menaikkan harga garam halus beryodium dari Rp22.000/pak menjadi Rp25.000/pak. Kenaikan harga garam halus beryodium juga telah berlangsung selama tiga hari.

Terpisah, salah satu penggrosir garam di Pasar Legi, Viki, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan garam sejak beberapa hari terakhir. Di tingkat grosir, dia menjual garam bata beryodium senilai Rp19.000/kg. Sepekan lalu masih Rp17.000/kg.

“Barangnya juga susah sekali didapat. Beberapa pabrik garam bilang sedang berhenti beroperasi sehingga saya dikasih tahu untuk tidak mengambil garam di pabrik tersebut. Alasannya kenapa saya juga enggak tahu,” kata dia.

Sebelumnya, Viki sempat memprediksi harga garam akan merangkak naik sejak anomali cuaca beberapa waktu lalu dan akan terkendali dengan dibukanya keran impor garam. Namun, di luar dugaannya, harga garam semakin merangkak naik dan pasokannya sulit didapat hingga kini.

“Beberapa jenis garam juga mengalami penyusutan saat di perjalanan. Sekarung garam dengan berat 50 kg [kilogram] sampai 60 kg bisa susut antara 2 kg sampai 5 kg. Beratnya susut karena petani atau produsen garam memanen garam ketika belum kering betul sehingga masih ada kandungan air di dalamnya dan beratnya jadi menyusut dalam perjalanan,” terang dia.

 


Iklan Cespleng
  • SERBA-SERBI JL/BL Etalase Ukrn 1m:950Rb;1,5m:1.250Jt;2m:1,5Jt-081393655573 (A00379122017) JL/BL Bekas:…
  • TANAH DIJUAL JL TANAH 218m Lok.Kerten PersisBlkg Hotel Sunan.H:087834731556 (A00057122017) 14DR-19Kav,L…
  • RUMAH DIKONTRAKKAN DISEWA:Melati IIC 2/5 Fajar Ind,150m,2KT,AC,W.Hiter:0811294106 (A00182122017) DiKONTRAKKAN…
  • SERVICE FAUZI SERVICE TV Panggilan,Semua merk,Garansi/085647027060(WA) (A00183112017) SERVIS SGALA…
  • RUMAH DIJUAL PALM REGENCY T50/100 Lok blkg hotel Alana,dekat DPRD,Free pagar+water heater,Lantai granit…
Pasang Iklan Anda!

ARTIKEL LAINNYA
Pedagang mengemas bawang merah di kios Pasar Induk Klaten, Jumat (15/12/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) KOMODITAS PANGAN : Harga Bawang Merah Klaten Terjun dari Rp50.000/Kg Jadi Rp17.000/Kg
Seorang pedagang di Pasar Legi, Tatik, menata telur ayam ras di losnya, Kamis (15/6/2017). (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos) Harga Telur dan Daging Ayam di Solo Naik Menjelang Natal
Ilustrasi pedagang beras (JIBI/Solopos/Dok.) Harga Beras Medium di Solo Terus Naik Sejak November 2017
Petani memanen sayur sawi jenis bau sin di Kabupaten Batang, Jateng, Senin (23/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra) Musim Hujan, Harga Sayur di Solo Naik, Telur Terkerek
Pedagang dan buruh gendong pasar berdoa bersama saat kenduri di pintu utara Pasar Legi, Solo, Senin (6/11/2017). Kenduri sebagai ucapan syukur tersebut untuk mendoakan pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, agar berjalan lancar. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) JOKOWI MANTU : Pedagang Pasar Legi Solo Gelar Kenduri dan Doakan Kahiyang-Bobby