solopos batik iklan

PENEMUAN MAYAT KLATEN
4 Hari Menghilang, Jasad Nenek-Nenek Ditemukan Mengambang di Sungai

Senin, 17/7/2017
Warga dibantu tim SAR dan kepolisian mengevakuasi jasad Mukiyem, 87, warga Dukuh Gentungan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, yang ditemukan mengambang di sungai desa, Senin (17/7/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Warga dibantu tim SAR dan kepolisian mengevakuasi jasad Mukiyem, 87, warga Dukuh Gentungan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, yang ditemukan mengambang di sungai desa, Senin (17/7/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Jasad seorang nenek-nenek asal Ngawen, Klaten, ditemukan di sungai tak jauh dari rumahnya.

Semarangpos.com, KLATEN — Seorang nenek-nenek warga Dukuh Gentungan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Klaten, Mukiyem, 87, ditemukan meninggal dunia, Senin (17/7/2017). Jasad Mukiyem ditemukan di sungai tak jauh dari rumahnya. Sebelumnya dia menghilang selama empat hari.

Salah satu warga Dukuh Sukorejo, Desa Candirejo, Sulistyo Meiningsih, 34, mencium bau tak sedap saat menjahit di teras rumahnya, Senin sekitar pukul 09.00 WIB. Awalnya, ia mengira bau busuk itu dari bangkai kambing yang dibuang di sungai setempat.

“Saat menengok ke sungai saya curiga dengan benda mengambang karena ada bajunya,” kata dia saat ditemui wartawan di sekitar sungai.

Lantaran curiga, Sulis memanggil kerabatnya untuk mengecek. Setelah mengurai tumpukan sampah yang memenuhi sungai, Sulis beserta warga lainnya terkejut mendapat benda tersebut ternyata jasad seorang perempuan.

“Ada warga yang bilang bajunya itu sama dengan yang biasa dipakai Mbah Nur [Mukiyem] berangkat pengajian,” kata Sulis.

Kabar itu lantas dilaporkan ke kepolisian. Warga dibantu polisi dan tim SAR Klaten mengevakuasi jasad tersebut. Setelah dicek, jasad tersebut dipastikan Mukiyem.

Sulis menuturkan Mukiyem menghilang sejak Kamis (13/7/2017) malam. Selepas ke masjid untuk menunaikan Salat Isa, Mukiyem tak pulang. Anggota keluarganya sudah mencarinya bahkan melaporkan ke polisi serta membuat selebaran.

“Biasanya setiap pagi dia [Mukiyem] datang ke rumah menjual pisang. Kondisinya memang sudah mulai pikun,” tutur Sulis.

Kapolsek Ketandan, AKP Suyarta, mengatakan dari hasil pemeriksaan tak ditemukan tanda penganiayaan pada jasad korban. Korban diduga terpeleset ke sungai. “Diduga terpeleset karena kondisinya gelap dan sepi. Jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Kapolsek juga menjelaskan sebelumnya Mukiyem dikabarkan menghilang. Kabar itu lantas dilaporkan ke polsek melalui pemerintah desa. “Keluarganya sudah mencoba mencari ke mana-mana. Korban sudah mulai pikun,” urai dia.


Iklan Cespleng
  • TANAH DIJUAL JL TANAH 218m Lok.Kerten PersisBlkg Hotel Sunan.H:087834731556 (A00571092017) JL TNH Dkt U…
  • TANAH DICARI CARI TNH 10-15Ha,Solo-Byl,Kontainer Masuk,Pribadi.085740876880 (A01409092017)…
  • TOUR & TRAVEL DEE HOLIDAY Tour Solo:PaketWisata Belitung,Bali,Lombok,Makassar,Outbound Training.08122976…
  • SERVICE DAFIT SERVICE:Panggilan Khusus TV/Segala Merk,H:081.5486.17880 (A00240092017) SURYAJAYASer…
  • SERBA-SERBI GADAI/BELI Laptop/DSLR/LED/PS/Handycam/Proyektor/085701261111 (A00900082017) *SABLON KAOS…
Pasang Iklan Anda!

ARTIKEL LAINNYA
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara) Hilang 2 Hari, Nenek-Nenek Klaten Ditemukan Tewas di Jurang
Foto Ilustrasi 
(JIBI/Harian Jogja/Reuters) BUNUH DIRI KLATEN : Jelang Lebaran, Warga Gantiwarno Ditemukan Nggantung
garis polisi Sempat Bersama Perempuan, Pria Klaten Tewas di Kamar Hotel
Ilustrasi pencuri (JIBI/Harian Jogja/Reuters) PENCURIAN KLATEN : Tepergok Mencuri Sekarung Bulu Ayam, Pria Ini Ditangkap Beramai-Ramai
Joko Supriyono, 54, dan Sri Sulasih menunggu di depan kamar jenazah RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten, Sabtu (25/3/2017). Mereka kebingungan mengambil jenazah kerabatnya bernama Painem, 50, lantaran terkendala biaya administrasi. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Keluarga Terkendala Biaya, Jenazah Painem Sempat Tertahan di RS Klaten