banner kaos copy

PERDESAAN SLEMAN
Kemendes Desain 4 Program Mandiri

Senin, 17/7/2017
Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (dua kiri) didampingi Bupati Sleman, Sri Purnomo (dua kanan), berdialog dengan masyarakat usai sepeda gembira Indonesia Bekerja (Inaker) di Seyegan, Sleman, Minggu (16/7/2017). (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (dua kiri) didampingi Bupati Sleman, Sri Purnomo (dua kanan), berdialog dengan masyarakat usai sepeda gembira Indonesia Bekerja (Inaker) di Seyegan, Sleman, Minggu (16/7/2017). (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

Keempat program tersebut didesain agar desa-desa menjadi mandiri

Semarangpos.com, SLEMAN—Maraknya tengkulak yang menjual hasil panen dan menekan para petani di pedesaan membuat Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi mengeluarkan empat program unggulan. Keempat program tersebut didesain agar desa-desa menjadi mandiri.

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengakui masih banyak petani di desa-desa saat ini yang tertekan akibat ulah para tengkulak saat panen tiba. Untuk mengatasi masalah itu, Kementerian mendorong para petani untuk menerapkan empat program unggulan.

Program itu meliputi Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pembangunan embung air desa serta pembangunan sarana olahraga desa.

“Prukades di masing-masing desa dapat menghasilkan produk pertanian skala besar. Dunia usaha diharapkan bisa masuk ke desa. Petani pun tak perlu pusing lagi memikirkan tentang proses pascapanen,” katanya saat menghadiri acara satu tahun Inaker Fun Bike di Lapangan Gendengan, Margodadi, Seyegan, Sleman, Minggu (16/7/2017).

Ketua Dewan Pendiri Indonesia Kerja (Inaker), Gaguk Kaputriana, mengatakan Inaker dibentuk salah satunya untuk memperjuangkan kesejahteraan petani. “Musuh besar Inaker adalah kemiskinan sehingga Inaker identik dengan etos kerja. Inaker akan terus menerus ada untuk perubahan ke yang lebih baik,” paparnya.


Iklan Cespleng
Pasang Iklan Anda!

ARTIKEL LAINNYA
Rektor UNS, Ravik Karsidi, memakaikan topi sebagai simbol pelepasan mahasiswa yang akan mengikuti KKN di berbagai daerah, di halaman gedung rektorat UNS, Kamis (2/7/2015). (Eni Widiastuti/JIBI/Solopos) KEGIATAN KAMPUS : UNS Solo Jalin Kerja Sama dengan Kementerian Desa, Ini Yang Akan Dilakukan