Ubur-Ubur Mulai Menyerang Wisatawan di Pantai Parangtritis

Senin, 17/7/2017
Salah satu anggota Tim SAR Pantai Kukup, Eko SUprihatin menunjukkan salah satu ubur-ubur yang masih hidup. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)

Serangan ubur-ubur mulai dirasakan para wisatawan yang berlibur di kawasan Pantai Parangtritis

 
Semarangpos.com, BANTUL–Serangan ubur-ubur mulai dirasakan para wisatawan yang berlibur di kawasan Pantai Parangtritis. Pada masa libur panjang lebaran dan sekolah yang berakhir pada hari Minggu (16/7/2017) lalu, sedikitnya 10 wisatawan tersengat ubur-ubur beracun.

Mayoritas korban merupakan anak-anak yang sedang bermain air di tepian pantai.

Komandan SAR Parangtritis, Ali Joko Sutanto mengatakan serangan ubur-ubur tersebut dapat segera diatasi. Semua wisatawan yang tersengat langsung diberi pertolongan pertama oleh petugas SAR dibantu oleh tenaga medis yang memang berjaga ketika kunjungan wisatawan membludak.

“Kami beri obat tradisional untuk meredakan rasa panas dan gatal pada bagian tubuh yang tersengat ubur-ubur,” ucapnya pada Senin (17/7/2017).

Ali menambahkan serangan ubur-ubur ini memang sudah diprediksi jauh-jauh hari. Biasanya, setiap Juli hingga Agustus ketika suhu laut dingin, ubur-ubur beracun akan muncul ke permukaan laut dan terbawa gelombang ke tepi pantai. Menurutnya ini merupakan siklus tahunan yang tidak bisa dicegah.

Sehingga, wisatawan perlu waspada saat bermain air di pantai, sebab sengatan ubur-ubur bekerja saat di dalam air. Jika tentakelnya yang panjang terkena bagian tubuh maka akan terasa panas sengatan.

“Kita sudah memperingatkan wisatawan untuk menjauhi ubur-ubur yang bentuknya seperti gelembung balon berukuran kecil dan berwarna putih keunguan dan terdapat lendirnya,” ucapnya.

Namun jika ubur-ubur terdampar di pasir pantai, tidak terkena air dan telah terpapar sinar matahari, ia akan mati. Ubur-ubur yang sudah mati tidak berbahaya jika dipegang karena sengatnya sudah tidak berfungsi lagi.

Sebelumnya, Pelaksana Harian Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto menjelaskan hawa dingin musim pancaroba membuat ubur-ubur berdatangan. Padahal topografi Pantai Parangtritis yang landai membuat pantai ini paling terdampak jika musim ubur-ubur berlangsung.

Sebab angin dan gelombang air laut dengan mudah dapat menepikan mereka, tidak seperti pantai-pantai lainnya yang lebih topografinya lebih cekung.


Iklan Cespleng
  • SERBA-SERBI JL/BL Etalase Ukrn 1m:950Rb;1,5m:1.250Jt;2m:1,5Jt-081393655573 (A00379122017) JL/BL Bekas:…
  • RUMAH DIKONTRAKKAN DISEWA:Melati IIC 2/5 Fajar Ind,150m,2KT,AC,W.Hiter:0811294106 (A00182122017) DiKONTRAKKAN…
  • RUMAH DIJUAL PALM REGENCY T50/100 Lok blkg hotel Alana,dekat DPRD,Free pagar+water heater,Lantai granit…
  • TANAH DIJUAL JL TANAH 218m Lok.Kerten PersisBlkg Hotel Sunan.H:087834731556 (A00057122017) 14DR-19Kav,L…
  • SERVICE FAUZI SERVICE TV Panggilan,Semua merk,Garansi/085647027060(WA) (A00183112017) SERVIS SGALA…
Pasang Iklan Anda!

ARTIKEL LAINNYA
Satpol PP Bantul layangkan surat peringatan kedua terkait penutupan karaoke di kawasan Parangtritis, Selasa (31/10/2017). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Surat Peringatan Dua Dikirim, Karaoke di Parangtritis Harus Ditutup
Rumah Karaoke di Parangtritis Dianggap Meresahkan, Satpol PP Layangkan SP1 untuk Penutupan
Tak Kuat Mental Belajar Ilmu kesaktian, Seorang Pemuda Mau Bunuh Diri Nyebur ke Laut Parangtritis
Seorang relawan tengah memberikan pertolongan pertama kepada pengunjung Pantai Parangtritis yang menangis mengerang kesakitan setelah terkena sengatan hewan laut ubur-ubur pada puncak liburan lebaran, Minggu (3/8/2014). (Endro Guntoro/JIBI/Harian Jogja) 20 Wisatawan di Pantai Sepanjang Tersengat Ubur-Ubur Beracun
Ribuan Ubur-Ubur Penyengat Mulai Muncul di Perairan Dekat Pantai Selatan