PENCABULAN KARANGANYAR
8 Perempuan Jadi Korban Pemuda Pengunggah Foto Telanjang

Kamis, 12/10/2017
Anggota Satreskrim Polres Karanganyar menunjukkan DEP (mengenakan penutup kepala) kepada pers, Rabu (11/10/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Anggota Satreskrim Polres Karanganyar menunjukkan DEP (mengenakan penutup kepala) kepada pers, Rabu (11/10/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)

Sebelum ditangkap, pemuda Karanganyar ini mengaku mengantongi foto telanjang 8 perempuan.

Semarangpos.com, KARANGANYAR — Pemuda Karanganyar yang ditangkap polisi karena mengunggah foto perempuan telanjang di media sosial mengakui korbannya tak hanya satu orang.

Pemuda bernama DEP, 22, yang dijerat undang-undang tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) itu mengaku meminta foto telanjang kepada delapan orang perempuan. Polisi sedang menyelidiki korban lain yang belum melapor.

DEP menyampaikan itu saat diperiksa tim penyidik Satuan Reskrim Polres Karanganyar. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (12/10/2017), delapan perempuan yang diduga telah menjadi korban DEP masing-masing berinisial AS, EM, S, SS, SL, LO, JS, dan IP.

Tetapi, baru satu orang yakni AS, 22, warga Sragen, yang melaporkan perbuatan DEP ke Polres Karanganyar pada Kamis (28/9/2017). Pantauan Solopos.com, DEP menunduk saat digelandang ke lokasi jumpa pers.

Polisi memakaikan baju tahanan Polres Karanganyar, penutup kepala, dan borgol. Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan polisi mendalami laporan korban dan pengakuan DEP.

“Dari keterangan tersangka ketika diperiksa, mengaku dirinya meminta foto telanjang pada korban lain. Selain kepada AS, tersangka meminta foto telanjang kepada tujuh perempuan lain,” kata Kapolres saat menggelar jumpa pers di halaman Mapolres Karanganyar, Kamis (12/10/2017).

DEP merayu dan meminta foto bugil kepada korban secara paksa. DEP diduga mengancam korban saat meminta foto-foto tersebut. DEP mengancam akan menyebarluaskan foto telanjang korban ke teman-temannya maupun media sosial apabila permintaannya tidak dituruti.

“Korban diminta mengirim foto telanjang melalui Whatsapp. Foto itu sebagai senjata supaya korban mau mengirimi foto telanjang terus menerus. Jika tidak dikirimi, tersangka mengancam akan mengunggah foto bugil perempuan-perempuan itu ke media sosial dan dikirim ke teman-temannya,” tutur orang nomor satu di Polres Karanganyar itu.

Tetapi, DEP melanggar janjinya. Dia mengunggah foto bugil AS ke Twitter pada 24 Mei 2016. DEP membuat akun menggunakan nama AS dan memasang 24 foto AS yang telanjang.

Tersangka mengaku melakukan hal itu karena kesal AS memutuskan jalinan kasih yang telah dirajut selama dua tahun. “Pelaku dan korban ini dulu berpacaran. Ketika pacaran itu pelaku memaksa korban mengirim foto bugil. Korban meminta putus karena ada masalah. Pelaku tidak terima diputus kemudian membuat akun Twitter dan mengunggah foto bugil korban. Alasannya supaya korban malu dan mau kembali berpacaran,” jelas mantan Kepala Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Tengah itu.

Polisi memeriksa empat saksi dan satu orang ahli di bidang ITE dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Karanganyar. Di sisi lain, tersangka mengaku membuat dua akun Twitter. Polisi sedang menyelidiki akun-akun tersebut dan kemungkinan akun lain.

“Soal akun bikinan tersangka itu sedang kami dalami. Bisa jadi korban lain itu mantan pacar pelaku. Kemungkinan motif sama tetapi berbeda akun. Kami juga melayangkan surat ke Twitter untuk memblokir akun tersebut,” tutur Kapolres.

Polisi menduga DEP sudah merencanakan tindakan tersebut sebagai antisipasi apabila pacarnya memutus hubungan. DEP dijerat Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU No. 19/2016 tentang perubahan atas UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukumannya enam tahun penjara atau denda Rp1 miliar.


Iklan Cespleng

    Iklan belum ada yang tayang.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/semarang/elements/themes/mobilev3/ads/cespleng-300.php on line 34
Pasang Iklan Anda!

ARTIKEL LAINNYA
K9 anjing pelacak kepolisian Jelang Paskah, Polres Karanganyar Sisir Gereja Gunakan Anjing Pelacak
Wakapolsek Jaten, Iptu Maryadi (dua dari kanan), didampingi guru dan orang tua siswa saat menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas di SMPN 2 Jaten, Senin (12/3/2018). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) Tertibkan Pelajar Berkendara, Polisi Karanganyar Datangi Sekolah
Pemusnahan barang bukti hasil kejahatan dan penyakit masyarakat di halaman Kantor Kejari Karanganyar, Senin (26/3/2018). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) KRIMINALITAS KARANGANYAR : 5.698 Butir Obat Terlarang Dimusnahkan dengan Cara Diblender
Mobil Toyota Rush masuk toko kerudung Rabbani di Palur, Karanganyar, Senin (12/3/2018). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) KECELAKAAN KARANGANYAR : Dikira Mau Parkir, Mobil Seret Motor Masuk Toko Kerudung Palur
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) KECELAKAAN KARANGANYAR : Tabrakan Beruntun Dua Motor dengan Minibus, 4 Orang Terluka