PILKADA 2018
Ganjar Pranowo Tuding Politisasi Kartu Tani, Begini Faktanya...

Selasa, 13/3/2018
JIBI/Solopos/Antara
Calon incumbent gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang-bincang dengan para pengecer pupuk di Pasar Kalimas, Kabupaten Pemalang, Senin (12/3/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Tim Kampanye Ganjar-Yasin)
Calon incumbent gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang-bincang dengan para pengecer pupuk di Pasar Kalimas, Kabupaten Pemalang, Senin (12/3/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Tim Kampanye Ganjar-Yasin)

Pilkada atau Pilgub Jateng 2018 diwarnai dengan janji Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyelesaikan masalah pupuk di hadapan massa kampanye calon incumbent gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Semarangpos.com, PEMALANG —Kartu Tani yang diterbitkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk Jawa Tengah dibela oleh gubernur nonaktif Ganjar Pranowo yang bertanggung jawab atas pemberlakuan program tersebut di provinsi ini. Di tengah masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, Ganjar melontarkan tuduhan adanya politisasi atas program tersebut.

Politisasi Kartu Tani pada masa pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu, menurut Ganjar Pranowo itu ditebar dengan menyebutkan seolah-olah program yang dilaksanakan bank badan usaha milik negara (BUMN) itu justru menyulitkan para petani. “Padahal fakta sebenarnya di lapangan tidak seperti itu, bahwa masih dibutuhkan waktu untuk penyesuaian, iya, tapi kesulitan pupuk rupanya lebih dikarenakan kurangnya suplai yang dikirim dari pabrik,” katanya saat bertemu dengan para pengecer pupuk di Pasar Kalimas, Kabupaten Pemalang, Senin (12/3/2018).

[Baca juga Ribet, Ribuan Petani Kalijambe Ogah Pakai Kartu Tani untuk Tebus Pupuk]

Politikus PDI Perjuangan yang kembali dicalonkan partai politiknya sebagai calon gubernur melalui Pilgub Jateng dalam rangkaian pilkada serentak 2018 itu memaparkan masih sulitnya para petani Jateng mendapatkan pupuk bersubsidi bukan karena Program Kartu Tani. Menurut dia, sulitnya petani mendapatkan pupuk karena kurangnya alokasi pupuk bersubsidi itu dari pemerintah pusat ke Jateng.

Demi menjamin ketersediaan pupuk, Ganjar yang berpasangan dengan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Taj Yasin sebagai calon wakil gubernur itu mengaku akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan dinas terkait. Di sisi lain, Ganjar Pranowo juga mengimbau petani menggunakan pupuk sesuai kebutuhan alias tidak berlebih-lebihan.

[Baca juga Kartu Tani Bukan Lagi Syarat Beli Pupuk Bersubsidi]

Berbeda dengan fakta yang dihimpun Solopos.com di Sragen dan Kantor Berita Antara di Kudus, Ganjar Pranowo menyebutkan bahwa dari pertemuan dengan para pemilik kios pengecer pupuk, ia mengetahui jika pembelian pupuk dengan Kartu Tani tidak sulit. Yang menjadi permasalahan bagi para pengecer, menurut gubernur Jateng yang harus cuti karena kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Jateng periode kedua melalui pilkada atau Pilgub Jateng 2018 itu adalah suplai pupuk dari pabrik sangat kurang.

Hal itulah yang menurut Ganjar Pranowo berakibat para petani tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan. Terkait dengan hal tersebut, Ganjar Pranowo yang tengah cuti dari jabatannya sebagai gubernur Jateng itu mengaku telah menelepon beberapa pejabat di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, serta mendapatkan informasi bahwa alokasi pupuk dari Kementerian Pertanian tidak sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani.

“Sebagai contoh, pupuk urea cuma turun 90% dari RDKK, pupuk SP-36 malah hanya sekitar 48%, begitu juga dengan pupuk NPK Phonska dan ZA yang turunnya jauh lebih kecil dari RDKK,” ujarnya.

[Baca juga Bukan Hanya Repotkan Petani, Sudirman Simpulkan Kartu Tani Harus Dihapuskan]

Karena itulah, Ganjar Pranowo yang tengah cuti dari jabatannya selaku gubernur Jateng itu menelepon Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan percakapannya bisa didengar seluruh petani dan pengecer yang ada di hadapannya. Ganjar menyampaikan alokasi pupuk yang kurang, serta perihal pupuk untuk petani jagung yang belum ada jatahnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan didengar petani yang hadir dalam kampanye pilkada atau Pilgub Jateng 2018 Ganjar Pranowo itu lalu melontarkan janji akan menambah suplai pupuk di Jateng. Ia bahkan berjanji akan langsung menghubungi pimpinan pabrik pupuk agar segera datang ke Kabupaten Pemalang demi menyelesaikan masalah petani setempat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Iklan Cespleng

    Iklan belum ada yang tayang.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/semarang/elements/themes/mobilev3/ads/cespleng-300.php on line 34
Pasang Iklan Anda!

ARTIKEL LAINNYA
Tiyas Nur Haryani (Istimewa) GAGASAN : Komunikasi Politik Generasi Milenial
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jateng Fajar Subhi A.K.A.. (JIBI/Solopos/Antara/I.C.Senjaya) PILKADA 2018 : Bawaslu Ungkap 826.000 Calon Pemilih Belum Ber-KTP
Ilustrasi penertiban baliho alat peraga kampanye peserta pemilihan umum kepala daerah (pilkada). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) PILKADA 2018 : Sebulan Awasi Kampanye, Panwaslu Kota Semarang Temukan Sejumlah Pelanggaran
Ilustrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018. (JIBI/Semarangpos.com/Dok.) PILGUB JATENG 2018 : Kaum Difabel Menolak Didampingi Saat Mencoblos di TPS, Ini Alasannya
Ida Fauziyah menikmati gecok di Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng. (Instagram-@idafauziyahpkb) PILKADA 2018 : Kampanye Pilgub Jateng, Ida Fauziyah Promosikan Gecok Tlogo