Terjerat Kasus Korupsi, 2 Kades Klaten Diberhentikan Sementara

Selasa, 13/3/2018
Ilustrasi kasus korupsi (JIBI/Solopos/Dok)
Ilustrasi kasus korupsi (JIBI/Solopos/Dok.)

Dua kades di Klaten diberhentikan sementara dari jabatan mereka karena terjerat kasus korupsi.

Semarangpos.com, KLATEN — Kepala Desa (Kades) Barukan, Kecamatan Manisrenggo, Marsudi, dan Kades Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Wuryanto, diberhentikan sementara dari jabatan mereka. Kedua kades tersebut menjadi tersangka korupsi dalam kasus berbeda.

Marsudi ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten lantaran tersangkut dugaan penyimpangan anggaran pendapatan dan belanja desa (APB) Desa Barukan 2015. Sedangkan Wuryanto menjadi tersangka setelah dilaporkan LSM Gerak atas dugaan korupsi eradikasi dan pembangunan jalan di lima lokasi pada 2015.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, membenarkan kedua kades itu diberhentikan sementara dari jabatan mereka. Pemberhentian terhitung sejak Jumat (9/3/2018).

“Yang jelas pesan saya untuk para kades harus menunjukkan kinerja mereka dan bisa dipertanggungjawabkan. Laksanakan program kegiatan APB desa sesuai ketentuan yang ada. Hati-hati, pasti Allah selalu melindungi,” kata Mulyani saat dihubungi Solopos.com, Selasa (13/3/2018).

Baca juga:

Kabid Penataan dan Administrasi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, M. Mujab, juga membenarkan kedua kades itu diberhentikan sementara dari jabatan mereka. Surat pemberhentian sudah dilayangkan pada Selasa melalui camat setempat.

Mereka diberhentikan sementara dari jabatan kades guna memudahkan proses penyidikan kasus yang menjerat mereka. “Pj. kades kami menunggu petunjuk lebih lanjut. Ini kan proses hukum juga belum selesai,” jelasnya.

Mujab belum bisa memastikan dampak pemberhentian sementara kedua kades itu terhadap proses pengisian kekosongan perangkat desa di kedua desa. Mujab menjelaskan proses penyusunan struktur organisasi tata kerja (SOT) pemerintah desa masih berjalan.

“Terkait nanti pengisian kekosongan perangkat desa itu tinggal kewenangan dari masing-masing desa seperti apa,” ungkapnya.

Camat Polanharjo, Milias Dwi Ariana, mengatakan surat pemberhentian sementara Wuryanto dari jabatannya sebagai Kades Glagahwangi sudah diterima pada Selasa dan sudah disampaikan kepada Wuryanto serta BPD dan pemerintah desa setempat.

Soal pengisian sementara jabatan kades yang kosong, Milias mengatakan bakal ditunjuk pelaksana tugas harian (Plh) melalui rapat BPD. Hal itu karena pemberhentian yang dilakukan terhadap Kades Glagahwangi bersifat sementara.

“Plh. itu tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan. Berbeda dengan Pj. yang tugasnya hampir sama dengan kades,” kata dia.

 


Iklan Cespleng

    Iklan belum ada yang tayang.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/semarang/elements/themes/mobilev3/ads/cespleng-300.php on line 34
Pasang Iklan Anda!

ARTIKEL LAINNYA
Ilustrasi hutan (JIBI/Dok) Masuk Hutan Produksi, Perhutani Larang Masyarakat Lakukan Ini di Bukit Bendo Klaten
Kepala Desa Barukan, Marsudi (kanan), memasuki mobil hitam saat akan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Klaten dari Kntor Kejaksaan Negeri Klaten, Rabu (17/1/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) KORUPSI KLATEN : Kades Barukan dan Glagahwangi Dijabat Pj, Pengisian Perdes Ditunda
Deretan lapak PKL di Jl. Bali, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, Rabu (21/3/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) PKL Jl. Bali Klaten Tolak Relokasi ke Hutan Kota Sungkur, Ini Alasannya
Kadus II Desa Barukan, Haryanto, melayani warga yang mengurus administrasi di kantor desa setempat, Kamis (15/3/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) KORUPSI KLATEN : Kades Diberhentikan, Perangkat Desa Barukan Kewalahan Layani Warga
Penandatanganan nota kesepakatan Kejari dan BRI di Kantor Kejari Klaten, Selasa (13/3/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) BRI Klaten Gandeng Kejari Sentil Nasabah Nakal